Keawetan Kejahatan

Keawetan Kejahatan



Kejahatan!! Siapakah yang tidak tahu apa itu kejahatan? Bukankah kita semua tahu dan sering melakukannya, sadar ataupun tidak sadar. Terkadang kita melakukan kejahatan namun tidak mengakuinya. Kejahatan sudah seolah-olah menjadi teman hidup dan kebutuhan kita sebagai manusia. Benarkah demikian?

Kejahatan bukanlah sebuah kebutuhan melainkan sebuah keinginan yang manusia untuk hidup curang tanpa memperhatikan konsekuensi dari suatu perbuatan jahat. Terkadang juga manusia yang baik dan tidak tertarik dengan kejahatan namun iri kepada mereka yang melakakun kejahatan.

Iri melihat kejahatan yang dilakukan orang lain karena terlihat awet dan tidak pernah mendapatkan hukuman dari suatu tindakan yang seharusnya diganjar dengan hukuman. Iri melihat kejahatan yang seolah-olah selalu menang dan sangat jarang diganjar dengan hukuman yang semestinya. Itulah sifat manusia!

Karena hal inilah, manusia yang iri melihat kejahatan yang seolah-olah tidak mendapatkan hukuman semestinya atau belum dihukum sama sekali memandang bahwa dunia, hukum, dan hakim bahkan Tuhan pro kepada tidakan kejahatan yang merugikan banyak pihak. Memandang bahwa orang yang berbuat jahat baik di mata Tuhan. Mempertanyakan tentang keberadaan Tuhan yang memberikan keadilan dan mempertanyakan tentang keadilan pemerintah dalam memberi hukuman. (Inspirasi dari kitab Maleakhi 2:17).

Pandangan ini sama sekali tidak benar dan harus segera diluruskan. Bagaimana tidak, orang yang baik pun menerima ganjarannya di dalam dunia, bukankah demikian dengan orang yang jahat? Mereka pun sama, akan mendapatkan ganjarannya sesuai dengan perbuatan yang telah diperbuatnya.

Jika keawetan kejahatan membuat kita iri, apakah yang akan terjadi? Anda akan melakukan hal yang sama yang pastinya merugikan diri sendiri. Tidak perlu memikirkan mereka yang melakukan kejahatan dan hasil yang mereka dapatkan. Semua itu sia-sia dan tidak berguna karena mereka mendapatkan dengan jalan yang merugikan orang lain.

Jika hari ini perbuatan jahat belum mendapatkan hukuman dan anda merasa belum mendapatkan keadilan maka percayalah keadilan itu akan segera datang atau jika tidak, buatlah keadilan itu menurut pandangan anda dengan syarat tidak merugikan orang lain, siapapun itu.

Keawetan kejahatan hanya terlihat oleh mereka yang iri dan tidak sabar dalam menghadapi kenyataan. Menyalahkan keadaan dan orang lain atas nasib yang dialami bukanlah sebuah solusi melainkan suatu masalah yang benar-benar buruk.

Satu hal yang penting, tidak perlu iri melihat kejahatan yang diperbuat orang lain, sekalipun merugikan diri anda saat ini, meskipun saya setuju hal kejahatan harus mendapatkan hukuman. Dan itu bukan tugas kita, karena ada hukum yang akan melakukannya dan kalaupun hukum belum ditegakkan maka tugas anda untuk membuka mata penegak hukum untuk melaksanakan hukuman sebagaimana mestinya.

Tidak perlu membenci mereka yang melakukan kejahatan tetapi bencilah kejahatan yang dilakukannya sehingga tidak diulangi oleh anda. (Inspirasi dari ...) J

Dengan demikian, memandang bahwa kejahatan sebagai sesuatu yang awet adalah suatu perspektif yang keliru dan tidak perlu dipertahankan atau bahkan tidak perlu dilakukan.

"Meskipun sulit untuk berbuat baik, setidaknya jangan menjadi pelaku yang melakukan kejahatan." - Ways

Dapatkan Artikel Baru Gratis Via Email:

0 Response to "Keawetan Kejahatan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel