Teknik Perkembangbiakan Tanaman Tabulampot

Teknik Perkembangbiakan Tanaman Tabulampot



Beberapa hari yang lalu kita telah belajar cara penanaman dan perawatan tanaman tabulampot sebagai langkah awal sebelum berbisnis dan budidaya tanaman tabulampot secara besar-besaran. Pada hari ini, kita akan belajar teknik dan cara perkembangbiakan tanaman buah dalam pot.

Dalam metode perkembangbaiakan tanaman sendiri, terdapat beberapa teknik yang dapat dilakukan, yaitu secara generatif dan secara vegetatif. Singkatnya, pada umumnya perkembangbiakan tanaman secara generatif dilakukan dengan biji dimana indukannya akan menyerupai indukan aslinya, sedangkan perkembangbiakan secara vegetatif adalah perkembangbiakan dengan teknik menghasilkan indukan yang berbeda dari indukannya. Perkembangbiakan vegetatif biasanya dilakukan dengan beberapa teknik seperti cangkok, stek, okulasi, sambung pucuk, dan lain-lain.

1. Perkembangbiakan Tanaman Secara Generatif

Dari segi kualitas perkembangbiakan tanaman dengan biji atau secara generatif memiliki beberapa kelebihan seperti tumbuh pohonnya akan lebih besar sehingga peluang menghasilkan buah yang banyak juga sangat besar. Namun perkembangbiakan tanaman dengan metode generatif tidak cocok untuk tabulampot dan orientasi bisnis secara cepat.

Perkembangbiakan tanaman secara generatif membutuhkan waktu yang lama untuk berbuah. Beberapa tanaman sampai bertahun-tahun agar bisa berbauh, misalnya saja tanaman durian dari biji dapat berbuah dalam waktu 5 tahun. Selain itu, tanaman yang terlalu tinggi dengan akar tunggang tidak cocok untuk tabulampot karena kelajvegetatifuan akar tunggang dapat merusak pot itu sendiri.

Perkembangbiakan tanaman secara generatif keuntungannya adalah kesempatan untuk berbuah banyak sangat besar karena pohon tanaman juga tumbuh besar. Perkembangbiakan tanaman secara generatif juga dapat bertahan lebih lama daripada perkembangbiakan tanaman secara vegetatif. Ketahanan batang juga lebih baik daripada perkembangbiakan tanaman secara vegetatif sehingga cocok untuk tanaman yang memang dikhususkan untuk jangka panjang.

Perkembangbiakan tanaman secara generatif lebih cocok jika ditanam langsung didalam tanah, dikebun atau dibagian pojok pematang sawah.

2. Perkembangbiakan Tanaman Secara Vegetatif

Tanaman tabulampot pada umumnya dikembangkan dengan teknik vegetatif. Teknik vegetatif dapat dilakukan dengan cangkok, stek, sambung pucuk, dan lain-lain. Beberapa perbedaan dari teknik ini adalah cangkok dan stek lebih mudah dilakukan untuk beberapa tanaman seperti jeruk dan hanya membutuhkan indukan tanaman yang disiap untuk diperbanyak.

Sambung pucuk merupakan metode perkembangbiakan tanaman secara vegetatif yang sangat banyak digunakan pada tanaman. Hampir seluruh wilayah di Indonesia menggunakan sambung pucuk dalam perkembangbiakan tanaman. Contohnya tanaman kakao atau coklat.

Untuk tabulampot sendiri, teknik perkembangbiakan tanaman dengan sambung pucuk sebenarnya memiliki kualitas yang lebih baik daripada cangkok, tergantung perawatan. Salah satu alasannya adalah tanaman sambung pucuk memiliki akar tunggang sehingga lebih cepat dalam pertumbuhan. Hanya saja karena akar tunggang tersebut juga ketahanah pot atau media tanaman harus diperhitungkan.

Perkembangbiakan tanaman tabulampot sampai saat ini memang populer dengan teknik cangkok tanaman. Alasannya lebih mudah dan praktis daripada perkembangbiakan tanaman dengan teknik sambung pucuk. Seperti yang kita ketahui, perkembangbiakan tanaman dengan teknik sambung pucuk membutuhkan bibit tanaman dan entris yang akan digunakan sebagai indukan yang berbuah.

Cangkok memang cocok untuk tanaman tabulampot karena tidak memiliki akar tunggang. Namun jika tanaman cangkok ditanam di kebun secara langsung akan cepat tumbang karena tidak memiliki akar tunggang.

Jika anda menggunakan teknik sambung pucuk maka kelebihannya adalah anda bebas menentukan jenis indukan yang terbaik. Dalam orientasi pada bisnis, teknik sambung pucuk lebih menguntungkan dari pada cangkok. Seperti dari banyaknya tanaman yang bisa dibuat dari teknik sambung pucuk lebih banyak jika dibandingkan dengan teknik cangkok.

Saya sendiri menggunakan beberapa teknik dalam perkembangbiakan tanaman, yaitu secara generatif (tanam biji langsung) untuk kebun dan secara vegetatif dengan cara cangkok dan stek untuk tabulampot, dan sambung pucuk untuk tanam langsung di tanah atau tabulampot.

Dari beberapa pertimbangan di atas, pada dasarnya teknik perkembangbiakan dengan teknik sambung pucuk merupakan teknik yang paling menguntungkan karena:

1. Memiliki akar tunggang dan ketahanan batang juga lebih baik (sesuai dengan indukan bibit dan entris yang digunakan)
2. Lebih hemat dalam pemanfaatan tanaman indukan
3. Lebih cepat berbuah jika perawatan dilakukan dengan benar
4. Kualitas tanaman dan buah dapat disesuaikan dengan keinginan. Menggunakan biji yang berkualitas dengan entris yang berkualitas pula.

Dari semua uraian di atas, anda bebas memilih menggunakan teknik perkembangbiakan tanaman dengan cara apapun termasuk yang tidak disebutkan di atas. Saya tidak mengatakan bahwa salah satu teknik lebih tepat daripada teknik yang lain karena pada dasarnya juga disesuaikan dengan jenis tanaman yang akan dikembangkan.

Demikianlah tulisan tentang teknik perkembangbiakan yang cocok untuk tanaman buah dalam pot atau tabulampot, semoga bermanfaat.

Dapatkan Artikel Baru Gratis Via Email:

0 Response to "Teknik Perkembangbiakan Tanaman Tabulampot"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel