Jangan Kuatir! Percaya dan Berserahlah

Hal kekuatiran dalam hidup sering kali muncul. Khawatir akan hari ini, khawatir akan hari kemarin, khawatir akan hari esok. Seperti itulah sifat manusia, kita selalu kuatir akan banyak hal dalam kehidupan yang singkat ini. Khotbah hari ini mengajak kita untuk selalu merenungkan ucapan Tuhan Yesus yang mengatakan kepada kita:
https://www.fullmelodies.com/2018/09/jangan-kuatir.html hal kekuatiran
Jangan Kuatir - pixabay.com
"Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?" - Matius 6:25

"Jangan Kuatir!"


Bahan bacaan:

1. Matius 6:25-33
2. 1 Petrus 5:7
3. Mazmur 37:5

Hari-hari kehidupan manusia sering kali dilalui dalam hal kekuatiran. Kuatir tentang apa yang akan terjadi hari ini, dan hari esok. Bahkan tidak sedikit yang khawatir tentang hari kemarin yang sudah berlalu. Biasanya kita yang khawatir tentang hari kemarin adalah kita yang telah melakukan kesalahan dan belum mengakuinya.

Firman Tuhan hari ini mengatakan kepada kita untuk tidak khawatir, "Jangan kuatir." Mari kita lihat Alkitab kita pada Matius 6:25-34 yang membahas tentang hal kekuatiran. Hal kekuatiran adalah salah satu dari banyak pelajaran yang disampaikan Tuhan Yesus pada khotbah-Nya di bukit.

Ayat 25: Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?

Hal yang paling sering dikeluhkan oleh manusia dalam hidupnya adalah tentang hal kecukupan akan hari ini dan esok. Banyak yang kuatir tentang hal makanan hari ini atau pun apa yang akan di pakai hari ini dan besok. 

Manusia sering kali berpikir bahwa mereka bertanggung jawab atas seluruh kehidupannya, termasuk jalan hidupnya. Hal itu sah-sah saja, tapi sebagai orang Kristen yang percaya, kita harus percaya suatu hal, bahwa Tuhan Yesus ada bagi kita. Saat kita bekerja, kita khawatir dengan hasil yang akan didapatkan. 

Ayat 26, Yesus mengajak kita untuk memperhatikan burung-burung di langit yang tidak menabur, dan tidak menuai, dan tidak mengumpulkan berkat namun diberi makan oleh Bapa di sorga. Ayat 27, siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya, dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?

Pada ayat 28, yang membuat kita sering kali minder dengan pakaian yang kita pakai, tidak bermerek, itu-itu saja, Tuhan Yesus berkata: Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang yang tidak bekerja dan tidak memintal, lanjut ayat 29, namun Aku berkata kepadamu, Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah dari salah satu dari bunga itu.

"Tiap langkahku diatur oleh Tuhan dan tangan kasih-Nya memimpinku..." (Mengajak jemaat untuk memuji Tuhan dari NKB 188)

Ayat 30. Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan lebih mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? Tidak ada alasan bagi kita untuk kuatir akan hidup ini.

Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu janganlah membuatmu kuatir, karena semua itu dicari oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Allah tahu apa yang kamu butuhkan. Salah satu hal yang sering membuat kita kuatir akan hidup ini karena kita lebih banyak mengingini dari pada apa yang kita butuhkan. Kuatir karena kita mengingini hal-hal yang di luar kemampuan kita yang sebenarnya tidak kita butuhkan.

Ayat 33, karena itu, carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Berapa banyak dari kita yang tidak memiliki waktu untuk beribadah, tidak memiliki waktu untuk berbuat baik, karena kuatir dan takut meninggalkan pekerjaan? Kalau saya tidak bekerja, apa yang akan dimakan oleh anak istri saya besok? Perhatikan baik-baik pada ayat 33 ini!

Saat kita mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya dengan rajin mengikuti ibadah dan setiap pertemuan rohani maka Allah akan menambahkan semuanya itu. Mungkin kita masih melihat, "Saya masih sama saja! Allah tidak menambahkan apapun padahal saya sudah setia mengikuti ibadah." Apa yang kita cari saat beribadah seperti ini? Mencari kebenaran Firman Tuhan atau mencari uang? Menerima keselamatan atau mendapatkan pakaian baru? Renungkanlah baik-baik!

Mari kita lihat pembacaan kita dari 1 Petrus 5:7, serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. Saat kita kuatir maka serahkanlah semua kekuatiran tersebut kepada Tuhan karena Ia yang memeilihara kita.

Pembacaan dari Mazmur 37:5, serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak. Pemazmur ingin mengungkapkan bahwa kehidupan ini indah, kawan! Cukup percaya dan serahkan semunya kepada Tuhan maka Ia yang akan bertindak di dalam setiap langkahmu.

Kedua ayat Alkitab tersebut adalah tips yang manjur bagi orang percaya untuk lepas dari belenggu kekuatiran, ketakutan dan kecemasan.

Saat kita berserah kepada Tuhan, kita perlu kuatir lagi. Kita bekerja sebaik yang kita mampu dan hasilnya, kita percayakan kepada Tuhan. Saat kita percaya dan berserah berarti kita hidup tanpa keraguan. 

Dan jika kita tidak bisa menyerahkan seluruh kehidupan kita kepada Tuhan dan tetap hidup dalam kekuatiran, maaf saya harus mengatakan ini, "Saudara meremehkan kuasa Tuhan," Kuasa Tuhan yang seharusnya bekerja dalam kehidupan kita tetapi menjadi tidak nyata karena kita berpikir bahwa kita bertanggung jawab penuh atas seluruh langkah hidup kita. 

Marilah tanggalkan segala kekuatiran dalam hidup kita, dan berserah diri hanya kepada Tuhan sehingga kita memperoleh tuntunan kasih karunia-Nya yang luar biasa! Haleluya! Amin.

Demikianlah khotbah dengan tema "Jangan kuatir!" Apakah kita masih kuatir? TIDAK! Karena Tuhan yang bertindak. Kuatir akan hidup tidak ada gunanya. Kekhawatiran hanya akan memberikan beban hidup. Untuk apa kita kuatir tentang semua yang akan kita tinggalkan?

Kita bertanggung jawab atas kehidupan kita, orang tua bertanggung jawab atas kelangsungan hidup anak-anaknya dan orang percaya menyerahkan seluruh kehidupannya kepada Tuhan sehingga Tuhan yang bertindak. Kita tinggal bekerja segiat kita tanpa kuatir, karena kita percaya, Tuhan ada untuk mereka yang berserah penuh. Semoga bermanfaat dan Tuhan Yesus berkati!

#Tagged

Jangan kuatir
Hal kekhawatiran
Hal kekuatiran

Dapatkan Artikel Baru Gratis Via Email:

0 Response to "Jangan Kuatir! Percaya dan Berserahlah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel