Melihat Berkat Tuhan Yang Melimpah

Berbicara tentang berkat Tuhan memang topik yang sangat menyenangkan. Dalam ibadah hari Minggu, berkat juga merupakan salah satu bagian liturgi yang ditunggu-tunggu oleh jemaat. Penyebabnya hanya 2, yaitu percaya bahwa berkat Tuhan sedang dan telah dicurahkan dan yang kedua karena berkat dalam liturgi salah satu penanda bahwa ibadah sudah akan berakhir. Tentu saja, mereka yang memandang berkat seperti pada alasan yang kedua hanya beribadah karena rutinitas belaka. Orang-orang seperti ini jugalah yang terkadang mengeluhkan berkat Tuhan dalam hidupnya.

"Berkat Tuhan tidak dapat diukur dengan besar atau kecil sesuatu yang kita terima..."
khotbah tentang berkat Tuhan
Berkat Tuhan by pixabay.com
Pada tulisan ini, kita akan melihat salah satu contoh khotbah Kristen yang mengangkat tema seputar berkat Tuhan dan rahasia menerima berkat Tuhan.

"Melihat Berkat Tuhan"


Bahan Bacaan:

Mazmur 67:2
Matius 7:7-11

Mazmur 67:2 : Kiranya Allah mengasihani kita dan memberkati kita, kiranya Ia menyinari kita dengan wajah-Nya, S e l a

Dari pembacaan kita dari 2 bahan Alkitab di atas, diberikan suatu tema "Melihat Berkat Tuhan." Hari-hari ini, masalah berkat bisa menjadi masalah serius dalam kehidupan orang percaya. Tidak sedikit orang percaya yang tidak bahagia menjalani kehidupannya karena merasa berkat Tuhan tidak ada di dalam hidupnya. Khotbah hari ini akan membuka mata kita untuk dapat melihat semua berkat Tuhan.

Apakah hidup saya diberkati atau tidak? Pertanyaan seperti itulah yang membuat mata kita tertutup atas berkat Tuhan. Mari kita buktikan bahwa berkat Tuhan nyata di dalam kehidupan saya dan saudara! Tanyakan pada teman di samping kita, sejak bangun pagi sampai siang ini, berapa banyak berkat Tuhan yang saya terima? Hari ini saya sudah bangun pagi masih diberikan kesehatan, sudah sarapan, dan ...  dan... 

KAU TIDAK AKAN MAMPU MENGHITUNGNYA KARENA BERKAT TUHAN SUGGUH MELIMPAH!

Sudah jelas kan, bahwa berkat Tuhan itu sungguh melimpah? Namun tidak bisa dipungkiri bahwa sering kali kita buta dan tidak melihat berkat itu. Atau pun mengatakan bahwa berkat hari ini sangat kecil. 

Saudara-saudaraku yang terkasih dalam Tuhan, berkat Tuhan tidak dapat diukur dari besarnya materi atau sukacita yang kita terima. Kadang kita melihat orang yang berkelimpahan dalam hidupnya dan mengatakan bahwa hidup orang kaya lebih diberkati. Sementara saat kita melihat orang yang kekurangan kita beranggapan bahwa Tuhan belum menjamah dan belum memberkati hidup orang itu. Berkat Tuhan tidak dapat dihitung seperti itu.

Jika berkat Tuhan susah terlihat maka kita dapat menggunakan mata iman agar dapat melihat berkat itu. Setiap penghujung ibadah kita selalu mendengar pemimpin ibadah menyampaikan berkat yang dicurahkan Tuhan, seperti pada Mazmur 67:2 pembacaan kita. Saat kita benar-benar yakin maka berkat itu akan nyata di dalam kehidupan kita.

Hari ini, kita masih hidup dalam berbagai keluhan tentang berkat Tuhan. Mungkin ada dari kita yang bergumul, saya sering beribadah, saya membaca Alkitab setiap hari, saya orangnya suka membantu orang lain, tapi mengapa Tuhan belum memberkati saya dengan pekerjaan tetap? Sudah lama saya melamar pekerjaan tapi belum mendapat panggilan. Mengapa Tuhan?

Tuhan akan berkata, memang kamu belum mendapat pekerjaan tetap tapi cobalah untuk melihat dari sudut pandang yang berbeda. Berkat Tuhan bukan hanya tentang mendapatkan pekerjaan dan tidak mendapatkan pekerjaan, berkat Tuhan bukan hanya soal ada tidak adanya uang, berkat Tuhan bukan hanya soal makan enak atau makan sederhana. Tapi berkat Tuhan adalah semua yang terjadi dalam hidupmu.

Dalam Matius 7:7-8 dengan jelas dikatakan bahwa mintalah maka akan diberikan kepadamu, carilah maka kamu akan mendapat, ketoklah maka pintu akan dibukakan bagimu. Ayat 8, karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.
Cara mendapatkan berkat Tuhan
God bless you by pixabay.com
Jika hari ini kamu belum mendapat pekerjaan, mintalah kepada Tuhan dalam doa, carilah dengan sungguh-sungguh maka kamu akan mendapatkannya. Jika belum hari ini coba lagi dan jika besok juga belum maka percayalah bahwa hidup saudara tetap dialiri berkat Tuhan. Karena saudara masih diberkati dengan kekuatan untuk mencoba dan mencoba. Namun, banyak dari kita yang malas sehingga berkat itu tidak terlihat, gagal sekali sudah penuh dengan kecewa. Lihatlah orang-orang yang sukses saat ini, semua mereka juga mengalami kegagalan namun tidak berhenti karena mereka percaya.

Mari kita memahami berkat Tuhan dengan seksama. Melihat berkat Tuhan yang melimpah dengan mata iman berarti : when you have failed, saat kamu gagal maka kamu tetap bersyukur, saat kamu terjatuh dan bangkrut kamu tetap bersyukur. Ingat! Segala sesuatu mendatangkan hikmah. Cobalah untuk berpikir positif atas semua yang engkau alami. Cobalah untuk melihat berkat Tuhan bukan dari sukses atau gagal. Ubahlah sudut pandangmu sehingga kamu dapat melihat berkat Tuhan atas segala hal.

Matius 7:11, jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.

Berkat Tuhan tidak terlihat di mata kita karena kita memandang kepada berkat. Kita memandang kepada berkat, besar kecilnya sehingga hidup kita penuh dengan khawatir. Kemarin hidup saya lebih diberkati tapi hari ini sepertinya berkurang. Hei! Jika kamu orang percaya maka kamu tidak akan memandang berkat tapi memandang kepada Sang Pemberi berkat. Tuhan yang sama yang memberikan berkat melimpah kepada saya akan memberikan berkat yang melimpah dalam kehidupan saya hari ini.

Berkat Tuhan itu kurang dan tidak berkecukupan dalam kehidupan kita karena kita memandang berkat Tuhan berdasarkan keinginan kita. Kita memandang berkat Tuhan berdasarkan apa yang saya mau. Namun rahasia berkat Tuhan melimpah di dalam kehidupan orang percaya adalah saat kita tahu bahwa Tuhan tahu apa yang kita butuhkan. Jadi, cobalah untuk memandang berkat Tuhan bukan berdasarkan keinginan hati tapi berdasarkan kebutuhan maka kita akan selalu hidup dalam sukacita berkat Tuhan.

Banyak orang yang kaya tidak bersukacita karena merasa kurang. Aneh sekali, tapi itu kenyataan yang sering kita lihat. Banyak pemerintah yang hidup kaya tapi masih korupsi karena mereka belum merasa cukup. Sebaliknya, ada orang yang miskin tapi senang berbagi dan terlihat bahagia. Mengapa demikian? Karena ada 2 tipe perspektif manusia dalam melihat berkat Tuhan, yaitu melihat berkat berdasarkan keinginan dan melihat berkat berdasarkan kebutuhan. Dan orang-orang yang melihat berkat berdasarkan perspektif keinginan maka orang-orang inilah yang terkadang kaya namun tidak bahagia.

Kunci hidup diberkati Tuhan adalah dengan melihat kepada Sang Pemberi berkat. Hal ini sama dengan orang yang kita sukai dan spesial di dalam kehidupan kita. Saat mereka memberikan hadiah maka kita akan bahagia bukan karena hadiahnya melainkan karena yang memberikannya. 

Saat itulah, kita akan melihat berkat Tuhan melimpah di dalam kehidupan setiap kita yang percaya kepada-Nya. Satu lagi, agar kita dapat melihat berkat Tuhan semakin nyata dalam kehidupan kita maka jadilah berkat bagi orang lain. Menjadi berkat bukan hanya dengan memberi uang, ide-ide dan berbagai pemberian lainnya tapi berkat Tuhan yang luar biasa yang dapat kita bagikan kepada semua orang, adalah firman Tuhan.

Marilah kita melihat berkat Tuhan yang melimpah dengan mata iman sehingga kita bukan saja menjadi penerima berkat tapi juga pemberi berkat. Terpujilah Nama Tuhan. Tuhan memberkati kita semua, yang percaya katakan Amin! Amin.

Sudahkah kita melihat berkat Tuhan dalam kehidupan kita? Ayo teman-teman! Kita lihat berkat Tuhan dengan kacamata iman sehingga kita dapat menjadi sumber berkat yang selalu setia memberitkan Injil damai sejahtera. Percayalah berkat Tuhan melimpah! Semoga khotbah seputar berkat ini bermanfaat! Terima kasih!

Dapatkan Artikel Baru Gratis Via Email:

0 Response to "Melihat Berkat Tuhan Yang Melimpah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel